Wagub Pimpin Upacara HUT TNI Angkatan Udara

img

(Hadi Mulyadi saat memimpin upacara peringatan ke 75 Tahun Hari TNI Angkatan Udara)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN - Mengenakan seragam putih putih (Pakaian Dinas Umum), Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi memimpin upacara Peringatan ke-75 Tahun Hari TNI Angkatan Udara Tahun 2021di Halaman Lanud Dhomber Balikpapan, Jum’at, 9 April 2021.

Hadir Komandan Lanud Dhomber Kaltim Kolonel Pnb Dedy Susanto, Kepala BPBD Yudha Pranoto, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Hariyanto, Pejabat Kodam VI Mulawarman, jajaran Forkopimda Kaltim dan Kota Balikpapan, serta pejabat kabupaten dan kota, mewakili bupati/walikota se Kaltim.

Peringatan tahun ini bertema Dilandasi Jiwa Ksatria, Loyal, Militan dan Profesional, TNI AU Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Upacara dikomandani Mayor Kal Rhamdani Yogasara diawali gelar pasukan, terdiri Paskhas TNI AU, Pasukan Bintara/Tamtama Lanud Dhomber dan Satlat 223 Balikpapan, Polisi Militer AU, gabungan Perwira Lanud Dhomber dan Satlat 223, dilanjutkan pembacaan singkat sejarah TNI Angkatan Udara dan pemeriksaan pasukan oleh Wagub Kaltim.

Usai menyematkan tanda penghormatan, Wagub Hadi Mulyadi membacakan sambutan Kepala Staf AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, mengamanatkan segenap prajurit TNI AU harus terus mengasah diri dan menambah wawasan untuk memastikan keberhasilan tugas seiring kemajuan teknologi dan perubahan jaman demi mengamankan dan melindungi segenap bangsa.

"Sampai kapan pun, bangsa dan negara terus membutuhkan kehadiran segenap prajurit TNI Angkatan Udara," katanya.

Terlebih, masa pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai sendi kehidupan, tidak serta merta menurunkan prediksi ancaman karena berbagai konflik dan Flash Point telah terjadi di berbagai penjuru dunia.

Untuk itu, TNI AU harus mampu melaksanakan tugasnya kapanpun dan bagaimanapun kondisi yang dihadapi.

Sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo, kepada segenap prajurit TNI dan Polri di awal tahun 2021 bahwa dari pandemi belajar bukan hanya menyelesaikan kritis.

"Namun bagaimana mengambil hikmah + yang dapat dimanfaatkan, demi kemajuan bangsa," harapnya.(mar)